Deklarasi Karanganyar sebagai kabupaten stop buang air besar sembarangan

Karanganyar – Deklarasi kabupaten Karanganyar sebagai kabupaten stop buang air besar sembarangan & sukses akses sanitasi menyeluruh. Deklarasi berlangsung di pendopo rumah dinas bupati karanganyar, Minggu 12 November 2017. Dalam agenda tersebut turut mengundang duta sanitasi, Ike Nurjanah, Komandan Kodim 0727 karanganyar letkol Inf Muhammad Ibrahim Mukhtar, ketua DPTD, penggerak PKK, sekda, staf ahli, juga dihadiri dari tingkat kecamatan, desa dan swasta sebagai komitmen dalam kebersamaan membangun sanitasi menyeluruh di kabupaten karanganyar.

Kegiatan tersebut sejalan dengan peraturan presiden RI no 2 tahun 2015 tentang rencana pembangunan jangka menengah tahun 2015-2019 yakni program 100 0 100 :

• 100 Persen Akses Air Bersih Bagi Seluruh Masyarakat

• 0 Persen Daerah Kumuh Perkotaan

• Dan 100 Persen Akses Sanitasi Di Tingkat Masyarakat

Komponen dalam pencegahan penyakit sangat dipengaruhi oleh perilaku, selain kualitas lingkungan serta sarana dan prasarana kesehatan, imana keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat dan memiliki peran yang strategis dalam pembentukan perilaku individu yang nantinya membentuk masyarakat sehat. Salah satu implementasi dari perilaku tersebut adalah tidak buang air besar sembarangan.

Bupati karanganyar, Drs. H. Juliyatmono, MM  mengatakan masyarakat  kabupaten karanganyar dibangun perilaku hidup bersih dimulai dari keluarga masing-masing mempunyai jamban agar sanitasi dapat diatasi dengan baik.

“Di tahun 2017 depan kita menginginkan seluruh masyarakat kabupaten karanganyar sudah tidak ada buang air besar sembarangan, dengan dibuat satgas tingkat desa untuk menyemangati hidup sehat” (12/11/2017).

Menurut Yuli sapaan akrab Bupati Karanganyar, Deklarasi stop BABS ingin mendorong masyarakat meninggalkan perilaku berisiko melalui peningkatan sanitasi yang layak. Bupati juga meminta agar kepala puskesmas mempunyai kewajiban moral mendorong warga untuk berperilaku hidup sehat, imbuhnya.

Empat Kategori Penyakit Yang Terkait Dengan Air :

1. Air minum yang mengandung patogen mengakibatkan penyakit diare

2. Kurangnya air higienis untuk mandi dan mencuci menyebabkan penyakit jamur atau kudis

3. Bibit penyakit yang memiliki siklus hidup melalui air seperti Schistosomiasis

4. Vektor yang hidupnya bergantung pada air seperti malaria dan demam berdarah

Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis kartu sanitasi (karsa) kepada empat kepala keluarga. Pemegang kartu itu berhak mendapat layanan sedot tinja gratis satu kali. Dengan di tandai ppemukulan gong oleh Bupati dan pembacaan komitmen serta tanda tangan bersama para pemangku kepentingan.

Sementara itu Setda Karanganyar Drs. Samsi, M.Si mengatakan data dari dinas kesehatan tahun 2017 sudah tidak keluarga ada perilaku babs di kabupaten karanganyar. Akses layak sudah mencapai 93,48 persen. Perlu bantuan yang terus dilakukan jambanisasi untuk 6.947 kk dan sisanya kategori mampu akan membangun sendiri, ini akan menjadi bagian sasaran sanitasi menyeluruh. Tahun 2017 ini pemkab karanganyar menganggarkan rp. 9 miliar untuk jambanisasi dan dukungan dari desa, csr, baznas karanganyar.

“Setelah stop babs dan tuntas akses, perlu ditindak lanjuti penyedotan tinja agar masyarakat dapat melakukan penyedotan tinja setiap tiga, empat tahun sekali” ungkap Samsi dirumah dinas bupati Minggu malam.

Perilaku Babs Di Kabupaten Karanganyar :

• Akses Layak Mencapai 93,48 %

• Perlu Bantuan Jambanisasi 6.947 Kk

• Kategori Mampu Akan Membangun Sendiri

• Tahun 2017 Ini Pemkab Karanganyar Menganggarkan Rp. 9 Miliar Untuk Jambanisasi

 

Kondisi Sanitasi Dari Data Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar :

 

• 6.535 Kepala Keluarga Yang Melakukan Perilaku Babs,

• Di Perkotaan Akses Sanitasi Yang Layak Mencapai 79,61 %

• Di Pedesaan 78,82  % Atau Sekitar 19 Ribu Kk Belum Menggunakan Jamban Sesuai Ketentuan

• Tidak Mampu 10 Ribu Kk

• Sisanya Kategori Mampu Membangun Sendiri

 

Bupati karanganyar Drs. H. Juliyatmono, MM  menyampaikan deklarasi kabupaten karanganyar sebagai kabupaten stop buang air besar sembarangan & sukse akses sanitasi menyeluruh, dalam rangkaian acara peringatan hari kesehatan nasional (HKN) ke-53 tahun 2017 tingkat jawa tengah tujuh Kabupaten/Kota yang ditarget bebas BAB sembarangan tahun ini oleh gubernur Jateng :

 

1. Solo

2. Sukoharjo

3. Karanganyar

4. Wonogiri

5. Boyolali

6. Kota Semarang

7. Rembang.

Selain Kabupaten Karanganyar pada tahun 2017 tiga kabupaten, yakni Boyolali, Wonogiri juga mendapatkan predikat 100 persen stop buang air besar sembarangan.

Sementara itu ditempat yang sama tampil dengan busana hijab warna biru, penyanyi bernama asli Hartini Erpi Nurjannah yang diundang sebagai Duta Sanitasi itu juga turut memberikan petuah dan imbauan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dengan tidak buang air sembarangan.

“Lingkungan terdekat dan hal-hal kecil, seperti memakai air dengan hemat, dan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengotori lingkungan perlu adanya kesadaran dari masyarakat untuk lebih diperhatikan”

Sejak 2015, ia didapuk sebagai Duta Sanitasi oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL). Pelantun lagu “Terlena” itu berkeliling seluruh Indonesia untuk melakukan edukasi mengenai sanitasi dan air bersih.#Gilang

InterMedia Hosting

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply