Penting, Skrining Kelainan Kromosom Janin saat Kehamilan

Penting, Skrining Kelainan Kromosom Janin saat Kehamilan
Loading...

Munculnya kejadian kelainan kromosom pada janin atau yang sering disebut Patau Syndrome atau kelainan kromosom Trisomy 13 beberapa waktu lalu, jadi perhatian berbagai kalangan –baik medis maupun orang tua. Karena adanya beberapa masalah medis yang terjadi akibat kelainan kromosom, maka banyak bayi dengan Trisomy 13 meninggal di hari atau minggu pertama setelah dilahirkan.

Padahal sebenarnya hal itu bisa dideteksi terlebih dulu pada saat sang ibu mengandung. Yaitu melalui pemeriksaan non invasive prenatal testing yang berhubungan dengan genetiknya. Apakah ada kemungkinan kelainan kromosom yang bisa sangat berisiko terhadap kehidupan janin. Karena itulah, Laboratorium Klinik Prodia Solo menggelar seminar kesehatan tentang ‘Skrining kelainan kromosom janin sejak dalam kandungan’. Dengan menghadirkan pembicara dr. M. Adrianes Bachnas, yang digelar di Java Terrace Kitchen & Bar, Sabtu (29/6) lalu.

“Sebetulnya pada saat ibu mengandung dengan usia kehamilan mulai 10 minggu bisa dilakukan pemeriksaan non invasive prenatal testing (NIPT). Kelainan kromosom ini memengaruhi hampir semua sistem organ dalam tubuh, yang tak hanya menghambat proses tumbuh kembang bayi namun juga mengancam nyawa,” jelas Adrianes Bachnas.

Ditambahkan Adrianes, pemeriksaan kromosom secara medis bisa dilakukan dengan mengambil bagian dari entitas kehamilan atau lingkungan janin. Metode ini dikenal sebagai invasive testingatau pemeriksaan dengan masuk ke dalam jaringan tubuh.

“Di era modern saat ini, pemeriksaan kromosom bisa dilakukan dengan non invasive prenatal testing (NIPT). Metode pemeriksaan ini dilakukan melalui pembuluh darah vena atau darah yang diambil dari ibu hamil. Karena 10 persen hingga 15 persen DNA janin beredar pada sirkulasi darah ibu,” terangnya.

Sementara itu, Product Specialist Prodia Solo, Novi Hastuti, memaparkan bahwa pemeriksaan non invasive prenatal testing tersedia di Prodia dengan merek Prosafe. Pemeriksaan ini diklaim relatif aman dalam pengambilan sampel. Pemeriksaan ini merupakan salah satu pemeriksaan genetik yang dikembangkan oleh Prodia, selain pemeriksaan genetik untuk melihat risiko diabetes, kanker dan metabolisme nutrisi.

“Akurasi hasil pemeriksaannya bisa mencapai 99 persen. Dalam hal ini, Prodia merupakan laboratorium pertama yang mengerjakan sendiri di Indonesia. Sehingga hasilnya bisa lebih cepat didapatkan yaitu 8 hari setelah pengerjaan dan harga lebih terjangkau,” jelas Novi.

banner 300250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *